|
Saturday, 12 June 2010 12:44 |
|
Investor Saham Saham-saham di bursa Wall Street menutup perdagangan di akhir pekan dengan positif, meski masih diliputi oleh kekhawatiran akan pemulihan ekonomi global dan data inflasi.
"Pasar keuangan masih akan terus bergejolak. Para investor umumnya menghindari risiko dan masih ragu terhadap kondisi ekonomi ke depan," ujar seorang ekonom dari IHS Global Insight yang dikutip dari AFP, Sabtu (12/6/2010).
Ketakutan para investor juga diperburuk melalui pernyataan para pakar bahwa bencana perekonomian yang diprediksi terjadi di 2009 tertunda, dan diprediksi akan meledak pada semester kedua 2010.
Sepanjang pekan ini, indeks saham Dow Jones meningkat 2,51% ke 10.211,07. Indeks Nasdaq juga mingkat 1,1% menjadi 2.243,6, sementara indeks S&P 500 naik 2,51% menjadi 1.091,6.
Pasar naik di akhir pekan ini karena tidak mendapatkan tekanan dari krisis yang terjadi di Eropa. Sentimen pasar di AS membaik setelah krisis utang di Yunani terungkap semuanya.
Pekan depan, investor akan mendapatkan kalender pengumuman data-data ekonomi yang penting bagi perkembangan pasar ke depan. Pada hari Rabu pekan depan akan diumumkan soal perkembangan pasar perumahan, dan data inflasi serta produksi sektor industri. |
|
Friday, 11 June 2010 01:41 |
|
Investor Saham Saham-saham di bursa Wall Street berbalik arah sekaligus mencatat rekor terbaiknya dalam 9 hari terakhir. Meredanya kekhawatiran seputar krisis Eropa dan membaiknya saham-saham energi membuat indeks saham di Wall Street rebound tajam. Pada perdagangan Kamis (10/6/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tajam hingga 273,28 poin (2,76%) ke level 10.172,53. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 31,15 poin (2,95%) ke level 1.086,84 dan Nasdaq menguat 59,86 poin (2,77%) ke levle 2.218,71.
Saham-saham sektor energi memimpin penguatan dengan indeks S&P energi tercatat naik 4,9%. Saham perusahaan minyak Inggris, BP Plc yang sempat terpuruk tajam akhirnya rebound 12,3%, ExxonMobil naik 3,10%.
Saham-saham energi juga terdorong oleh kenaikan harga minyak mentah hingga di atas US$ 75 per barel. Kontrak minyak light sweet tercatat naik 1,5% ke level US$ 75,48 per barel.
Sentimen positif datang dari Eropa yakni setelah Spanyol berhasil menjual obligasi senilai US$ 3,9 miliar euro, dengan minat investor yang terlihat cukup besar sehingga menjadi sebuah tanda yang positif. Hal ini membuat euro membaik ke posisi 1,2% dan diperdagangkan di atas 1,21 dolar. |
|
Read more...
|
|
Thursday, 10 June 2010 01:40 |
|
Investor Saham Tumpahan minyak di Teluk Meksiko tak kunjung ada solusi sehingga mengakibatkan saham perusahaan minyak, BP anjlok. Akibat penanganan tumpahan minyak yang memakan dana sangat besar, BP memutuskan untuk tidak membagikan dividen.
Saham perusahaan minyak asal Inggris, BP plc tercatat anjlok hingga 15,8% hingga terpuruk di bawah US$ 30 per lembar karena investor khawatir biaya penanganan masalah tumpahan minyak di Teluk Meksiko itu akan membengkak.
"Anda mendengar masalah yang tak kunjung reda dan ada suspensi pembagian dividen dari BP dan saya kira ini akan melemahkan pasar," ujar Nick Kalivas, analis senior MF Global seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/6/2010).
Pada perdagangan Rabu (9/6/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 40,73 poin (0,41%) ke level 9.899,25. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 6,31 poin (0,59%) ke level 1.055,69 dan Nasdaq melemah 11,72 poin (0,54%) ke level 2.158,85.
Pejabat dari BP mengatakan mereka memiliki dana tunai yang cukup untuk menangani krisis tumpahan minyak tersebut. Namun biaya untuk melindungi utang BP dari gagal bayar menembus titik tertingginya, yang menggambarkan kekhawatiran terhadap kemampuan BP untuk mengatasi kewajibannya. |
|
Read more...
|
|