|
Friday, 12 March 2010 01:37 |
|
Investor Saham Saham-saham sektor perbankan terus melonjak dan mengantarkan indeks Standard & Poor's 500 ke titik tertingginya dalam 17 bulan terakhir. Hal itu mampu mengimbangi sentimen negatif rencana China untuk meredam laju perekonomiannya yang terlalu cepat.
Saham-saham sektor finansial menguat berkat kemungkinan aturan perbankan baru yang kini sedang dipelajari oleh Kongres AS akan dibatalkan. Indeks bank KBW menguat hingga 1,7%.
"Ada penilaian saat ini bahwa proposal reformasi akan terdilusi dan kita tidak akan memiliki semua bahasa-bahasa yang pada awalnya kita pikirkan," ujar Quincy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/3/2010).
Mengawali perdagangan, bursa Wall Street bergerak flat menyusul China yang mengumumkan lonjakan inflasi hingga titik tertingginya dalam 16 bulan terakhir sehingga memicu kemungkinan pengetatan kebijakan moneter. Namun lonjakan saham-saham finansial di sesi akhir mampu membawa Wall Street di teritori positif.
Pada perdagangan Kamis (11/3/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 44,51 poin (0,42%) ke level 10.611,84. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,63 poin (0,40%) ke level 1.150,24 dan Nasdaq menguat 9.51 poin (0,40%) ke level 2.368,46.
|
|
Read more...
|
|
Thursday, 11 March 2010 01:45 |
|
Investor Saham Bursa Wall Street bertahan di teritori positif berkat penguatan saham-saham bank dan teknologi. Saham-saham bank menguat ke titik tertingginya dalam 16 bulan terakhir berkat tanda-tanda membaiknya perekonomian yang diharap bisa melancarkan lagi kredit.
"Kesimpulan alami sedang dibuat investor, jika perekonomian berbalik, maka sektor finansial akan terpacu untuk membaik," ujar Angel Mata, managing director Stifel Nicolaus seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/3/2010).
Nasdaq menguat untuk kelima kalinya selama berturut-turut berkat data yang menunjukkan cadangan grosiran turun secara tidak terduga selama Januari dan penjualan grosir mencatat titik tertingginya dalam setahun terkahir.
"Ada permintaan disana dan pebisnis harus segera membangun cadangannya," jelas Mata.
Pada perdagangan Rabu (10/3/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 2,95 poin (0,03%) ke level 10.567,33. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 5,16 poin (0,45%) ke level 1.145,61 dan Nasdaq menguat 18,27 poin (0,78%) ke level 2.358,95. |
|
Read more...
|
|
Wednesday, 10 March 2010 01:51 |
|
Investor Saham Tepat setahun silam, bursa Wall Street terjatuh ke titik terendahnya dalam 12 tahun terakhir. Menyambut 'perayaan' setahun kejatuhan Wall Street, saham-saham bisa ditutup menguat meski tipis saja.
Merayakan setahun kejatuhan bursa Wall Street, investor terlihat hati-hati. Namun melorotnya saham-saham komoditas seiring melemahnya harga komoditas menutup kenaikan yang dicetak saham-saham sektor telekomunikasi dan industri.
Pada perdagangan Selasa (9/3/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 11,86 poin (0,11%) ke level 10.564,38. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 1,95 poin (0,17%) ke level 1.140,45 dan Nasdaq menguat tipis 8,47 poin (0,36%) ke level 2.340,68.
Pada 9 Maret 2009 lalu, krisis finansial telah menyeret Wall Street ke titik terendahnya dalam 12 tahun. Namun setelah krisis mulai berlalu, indeks S&P sudah menguat hingga 68,5%.
"Ada sebuah rotasi besar yang terjadi pada hari ini pada saham-saham finansial, telekomunikasi dan beberapa saham berada pada area performa yang di bawah. Pasar disini dalam trend naik, menekannya ke atas," ujar Paul Mendelsohn, chief investment strategist Windham Financial Services seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/3/2010).
|
|
Read more...
|
|