|
Wednesday, 07 January 2009 09:07 |
|
Investor Saham Bursa Saham India anjlok tajam akibat munculnya skandal keuangan Satyam Computer Services. Chairman Satyam mengundurkan diri setelah membuat pengakuan telah menggelembungkan laba perusahaannya.
Pendiri sekaligus Chairman Satyam, B. Ramalinga Raju mengakui bahwa pihaknya telah memalsukan neraca keuangan dan asetnya.
"Di tengah kondisi sekarang, saya mengajukan pengunduran diri sebagai chairman Satyam," ujar Raju seperti dikutip dari AFP, Rabu (7/1/2009).
Bursa India pun langsung merosot tajam, dengan indeks Sensex turun 692,37 poin ke level 9.643,56. Sementara saham Satyam merosot hingga 70,74% menjadi 52,40 rupee. |
|
Read more...
|
|
Wednesday, 07 January 2009 00:21 |
|
Investor Saham
Kasus dugaan penyelewengan dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas Rp245 miliar oleh Komut Sarijaya Herman Ramli menyeret beberapa institusi besar. Beberapa manajer investasi yang mendengar informasi itu mengatakan dana Jasa Raharja yang tersangkut pada kasus itu diperkirakan Rp25 miliar. "Ada dana dari dua institusi keuangan tersangkut pada kasus Sarijaya, salah satunya Asuransi Jasa Raharja. Kemungkinan dari Rp245 miliar itu, sebagian besar berupa discretionary fund. Kalaupun ada dana pemodal ritel, jumlahnya tidak terlalu besar," tuturnya kepada Bisnis kemarin. Sekretaris Perusahaan Jasa Raharja Taufik Arifin mengaku belum mendapatkan laporan detail dari dana investasi yang diperkirakan Rp25 miliar melalui Sarijaya. "Kami belum memastikan. Jadi, saya belum bisa berkomentar soal angka karena laporannya belum saya dapatkan," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis tadi malam. |
|
Read more...
|
|
Tuesday, 06 January 2009 06:29 |
|
Investor Saham
Penggelapan dana yang dilakukan PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) mencapai Rp 240 miliar.
Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany di Kantor Bapepam, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Selasa (6/1/2009).
"Dananya sekitar Rp 240 miliar. Jumlahnya itu relatif tidak besar dibandingkan Bank Century. Tapi SPS kan nasabahnya gede sampai ribuan jadi ini kita anggap ini serius," katanya.
Ia mengatakan, penggelapan dana tersebut secara sistemik berpengaruh kepada pasar modal, tapi tidak terhadap ekonomi karena jumlahnya tidak banyak.
"Tapi kita anggap apa yang dilakukan komut SPS yang juga pemilik bisa merusak pasar modal," imbuhnya |
|
Read more...
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 74 |