







| Apa Tujuan Utama Kita Berinvestasi? |
|
|
|
| Friday, 15 August 2008 03:41 | |||
|
Pikirkan dengan matang; apa sih tujuan utama dalam berinvestasi?
Saya tahu anda masih belum menuliskan jawabannya
Sekali lagi saya berikan kesempatan sebelum anda melihat jawabannya; tolong pikirkan menurut anda apa tujuan berinvestasi?
Sudah memberikan jawaban?
Mari kita liat jawabannya?
Saya tidak akan memberikan jawaban dari saya sendiri, tapi dari orang terkaya nomor satu di dunia. Jika saya yang menjawab rasanya kurang afdol karena saya belum kaya. Mari kita belajar dari orang terkaya di dunia yaitu Warren Buffett. Ketika ditanya apa tujuan utama dalam berinvestasi, Buffett memberikan dua jawaban. Pertama, don’t loose your money. Kedua, see reason number one. Buffett mengatakan bahwa tujuan berinvestasi itu sebenarnya agar kita tidak kehilangan uang. Baik dalam arti mengalami kerugian atau uang kita digerogoti inflasi. Sangat menarik Buffett tidak mengatakan tujuan investasi adalah MENDAPAT UNTUNG (saya yakin 90% menjawab ini di sepotong kertas tadi. Saya pun menulis demikian). Ternyata orang terkaya di dunia mengatakan tujuan investasi yang utama adalah melindungi harta kita. Jika pola pikir seperti ini, keuntungan akan datang dengan sendirinya. Awalnya saya sulit memahami hal ini. Menurut saya jawaban Buffett adalah JAWABAN YANG ANEH????? Namun setelah berpikir lebih jauh akhirnya saya memahami pola pikir Buffett. Saya melihat dengan memiliki tujuan tersebut maka pola investasi kita akan : 1. Sangat berhati hati dalam memilih saham agar saham yang dipilih adalah saham yang secara fundamental bagus (ini menghindari membeli saham “yang katanya” mau digoreng) 2. Lebih memperhatikan kinerja perusahaan dibanding pergerakan harga saham. Dengan pola pikir ini kita akan sangat berhati hati dalam berinvestasi. Menjadi lebih serius dalam memilih saham. Karena ini harta kita. Kalau sampai ceroboh memilih saham maka akan rugi. Kalau rugi maka harta kita akan berkurang. Kalau harta berkurang artinya kita MENJADI LEBIH MISKIN SETELAH BERINVESTASI dibanding sebelum berinvestasi. Kalo setelah berinvestasi jadi lebih miskin ngapain juga kita investasi?Benar ga? Bagaimana menurut anda sekalian?Kami mengharapkan pendapat anda dikolom komentar kami. IS.
|

only Rp. 62.800,-
[bhs Indonesia]
Buku Best Seller
Chart Patterns Analysis
only Rp. 78.300,-
STOCK ADA
[bhs Indonesia]