investorsaham.com

View image detail

Investor Saham

PT Astra International Tbk (ASII) memberi pinjaman sebesar-besarnya Rp 500 miliar atau US$ 5 juta, kepada PT Astratel Nusantara (AN). Fasilitas pinjaman kepada anak perusahaan perseroan ini, tercatat sebagai transaksi afiliasi.

Demikan disampaikan Corporate Secreatary PT Astra International Tbk Aminuddin dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (6/11/2009) malam.

Menurut jenisnya, transaksi ini dikategorikan sebagai fasilitas pinjaman dari induk perusahaan kepada anak perusahaan. Jumlah fasilitas pinjaman tercatat maksimum Rp 500 miliar, atau US$ 50 juta. Pinjaman yang diberikan kepada AN rencananya ditujukan untuk keperluan general corporate.

"Jangka waktu pinjaman yaitu on demand dari perseroan, dengan bunga sebesar Suku Bunga Bank Indonesia (SBI)+3,5% pa untuk pinjaman dalam rupiah, dan LIBOR+3,5% pa dalam US$," tutur Aminuddin.

Pertimbangan yang menjadi dasar perseroan dalam memberi pinjaman adalah ASII merupakan pemegang saham pengendali AN.

Berita Terkini Dari PT Astra International Tbk (ASII)

Selanjutnya, fasilitas pinajaman dianggap sebagai pengeluaran yang efektif, jika dibandingkan dengan pembiayaan dari pihak luar. Harga pun telah disepakati oleh kedua belah pihak.

You are here: Home
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
investorsaham.com
Outlook Pekan ini: BoJ dan Pemerintah Coba Halau Deflasi PDF Print E-mail
Monday, 17 May 2010 01:50
View image detail

Investor Saham, Suka tak suka, siap maupun tidak siap, pasar keuangan di kawasan Asia pada pekan lalu turut terkoreksi karena kekhawatiran atas efek negatif dari krisis hutang Eropa. Krisis Eropa tak saja meluluhkan lantakan sendi perekonomian Yunani; mata uang tunggal Eropa,

 Euro juga ikut tertular, melemah tajam terhadap Dolar AS hingga hampir sentuh level terendah sejak tahun 2008. EUR/USD turun ke level 1.2352 hanya beberapa poin dari level terendahnya sejak 2008 yakni 1.2329.

 Selain itu, ada sejumlah kekhawatiran yang akan mengancam kestabilan ekonomi dan politik di kawasan Eropa, Yakni,

  1. Pertama, ancaman disintegrasi, ada pembicaraan bahwa Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengancam akan mundur dari jabatannya kecuali Kanselir Jerman Angela Merkel setuju untuk kembali pada rencana penyelamatan Uni Eropa, disampaikan pada pertemuan akhir pekan di Brussel.
  2. Kedua, masih ada keraguan bahwa utang di negara-negara kawasan Eropa berpotensi akan gagal diperbaiki terutama kesehatan fiskalnya, meskipun Spanyol dan Portugal keduanya telah mengumumkan adanya rencana penghematan baru selama sepekan ini.
Read more...
 
Larangan Short Selling dari Jerman, Luruhkan Bursa Utama AS PDF Print E-mail
Thursday, 20 May 2010 01:54
View image detail

Investor Saham,  Pada perdagangan Rabu (19/05), indeks Dow Jones ditutup melemah 66,58 poin (0,63%) ke level 10.444,37. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,75 poin (0,51%) ke level 1.115,05 dan Nasdaq melemah 18,89 poin (0,82%) ke level 2.298,37.

Saham-saham di bursa utama AS, Wall Street kembali luruh merespons keputusan Jerman yang secara spesifik melarang perdagangan sejumlah saham dan obligasi. Langkah Jerman itu langsung memicu ketidakpastian di pasar dan meningkatnya kewaspadaan investor.

Jerman melarang investor yang tidak memiliki atau belum meminjam sejumlah saham dan obligasi atau derivatif untuk menjual portofolionya atau disebut naked short selling. Langkah Jerman tersebut juga telah memicu aksi jual saham sektor industri yang memiliki eksposure besar di Eropa.

Selain itu, sentiment negatf lain berasal dari kepercayaan terhadap mata uang Euro yang cenderung semakin lemah. Rumor mengatakan bahwa Yunani mempertimbangkan untuk keluar dari Uni Eropa, namun hal ini dibantah oleh juru bicara Yunani. Konselor Jerman Angela Merkel juga menyatakan bahwa euro berada dalam bahaya.

Read more...
 
Wall Street Menutup Perdagangan di Akhir Pekan dengan Positif PDF Print E-mail
Saturday, 12 June 2010 12:44

Investor Saham

Saham-saham di bursa Wall Street menutup perdagangan di akhir pekan dengan positif, meski masih diliputi oleh kekhawatiran akan pemulihan ekonomi global dan data inflasi.

"Pasar keuangan masih akan terus bergejolak. Para investor umumnya menghindari risiko dan masih ragu terhadap kondisi ekonomi ke depan," ujar seorang ekonom dari IHS Global Insight yang dikutip dari AFP, Sabtu (12/6/2010).

Ketakutan para investor juga diperburuk melalui pernyataan para pakar bahwa bencana perekonomian yang diprediksi terjadi di 2009 tertunda, dan diprediksi akan meledak pada semester kedua 2010.

Sepanjang pekan ini, indeks saham Dow Jones meningkat 2,51% ke 10.211,07. Indeks Nasdaq juga mingkat 1,1% menjadi 2.243,6, sementara indeks S&P 500 naik 2,51% menjadi 1.091,6.

Pasar naik di akhir pekan ini karena tidak mendapatkan tekanan dari krisis yang terjadi di Eropa. Sentimen pasar di AS membaik setelah krisis utang di Yunani terungkap semuanya.

Pekan depan, investor akan mendapatkan kalender pengumuman data-data ekonomi yang penting bagi perkembangan pasar ke depan. Pada hari Rabu pekan depan akan diumumkan soal perkembangan pasar perumahan, dan data inflasi serta produksi sektor industri.

 
Minyak bertengger di $75.41 PDF Print E-mail
Friday, 28 May 2010 06:54
View image detailHarga minyak mentah dunia kembali melonjak hingga di atas level US$ 75 per barel. Penguatan yang terjadi di pasar saham membuat harga minyak kembali ke titik tertingginya dalam 2 pekan terakhir.

Pada perdagangan Jumat (28/5/2010) di pasar Singapura, kontrak utama minyak light sweet pengiriman Juli naik 86 sen menjadi US$ 75,41 per barel. Sedangkan minyak Brent naik 58 sen menjadi US$ 75,24 per barel.

Harga minyak sepanjang pekan ini sudah menguat hingga 7%. Harga minyak sempat anjlok ke titik terendahnya di US$ 67,15 per barel 3 hari sebelumnya. Seiring anjloknya pasar saham pada awal pekan, harga minyak pun anjlok hingga titik terendahnya sejak September.

"Dengan melihat siklus permintaan minyak mentah, kita kini berada pada titik awal pemulihan harga-harga. Saya merasakan kecepatan pergerakan, dan pasar akan mulai membeli minyak mentah. Titik terendah support mungkin US$ 72," ujar Jonathan Barratt, managing director Commodity Broking Services seperti dikutip dari Reuters.
Read more...
 
Mengamati Harga Akuisisi Internal oleh Perusahaan Induk PDF Print E-mail
Thursday, 19 August 2004 20:11
Sample image

Cari tahu harga saham akuisisi internal oleh perusahaan induk terhadap anak perusahaannya serta kombinasikan dengan tanggal yang kira – kira sudah mendekati tanggal eksekusi.

Karena jika harga anak perusahaannya masih di bawah harga akuisisi, maka harganya akan naik.

Contoh :

PT. Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengakuisisi PT. Bumi Resources Tbk (BUMI), PT. Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT. Bakrieland Development Tbk (ELTY) pada April 2008

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 109

Top Books & Articles

When To Buy And Sell, Candlestick Can Tell

Santo Vibby's Best Selling Books

Buku Best Seller Panduan Trading Candlestick

only Rp. 62.800,-

[bhs Indonesia]

Jual Saham Anda Lebih MahalSanto Vibby's Best Selling Books

Buku Best Seller

Chart Patterns Analysis

only Rp. 78.300,-

STOCK ADA

[bhs Indonesia]

The Profitable Traders Community

Professional Advices


//visit http://www.investorsaham.com